Rorompok

Selamat datang di Blog ala kadarnya dari saya orang yang sangat terobsesi dengan bintang dan negera Italia...
yang bercita-cita ingin menjadi seorang penulis....

Kamis, 25 November 2010

Kekasih Untuk Sahabat Part 2

kelanjutannya.....
Aku berjalan menuju mobil ku yang di parkirkan tadi pagi di dekat kantin.
“ Tya..?” ucapku ketika ku dapati gadis itu sedang duduk di sebelah mobil ku.
“ hehe iya Bayu. Saya nungguin kamu..” jawab Tya yang langsung bangkit dari duduknya.
“ ngapain nunggui gue? Udah sore gini tau..” Tanya ku yang sangat keheranan melihat gadis yang baru ku kenal siang ini.
“ mmmm.. gak tau ngapain ya? “ jawab Tya.
“ lah kok gak tau..? aneh banget sih loe” jawab aku ketus.
“ ya udah deh maaf saya ganggu kamu. Saya pulang aja deh.” Ujar Tya dan langsung meninggalkan ku. Melihat ia pergi aku merasa iba. Tya yang sudah menunggu ku sejak tadi. Akhirnya ku putuskan untuk menawarinya pulang bersama. Ya lumayan ngirit ongkos untuknya.

Setelah ku tawari akhirnya Tya menyetujui  tawaranku dan kita langsung pergi.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan yang berarti di antara kita. Hanya seputar  kehidupan saja. Sebenarnya aku malas jika membicarakan tentang kehidupanku. Karena memang tidak ada yang spesial dari kehidupan seorang Bayu.
Setengah jam berlalu setelah kita pergi dari kampus tadi. Namun sampai sekarang aku tidak mengetahui kemana tujuan kita.

“ Tya. Rumah loe dimana? Gue kan gak tau.” Tanya ku pada Tya.
“ hmmmm. Kita makan dulu aja yuk. Udah jam 7. Sekalian makan malam. “ ajak Tya.
Sebenarnya sok kenal sekali ini orang, namun sudah terlanjur basah.
“ Boleh deh. Mau makan dimana? Ngomong-ngomong gue aja panggilnya gak usah saya. Terlalu formal.heheh” tanya ku.
“ okd. Gue gak tau. Terserah loe aja tempat yang enak dimana. Gue ikut aja.” Jawab Tya


Sesampainya di tempat makan di bilangan Dago. Kita langsung turun menuju tempat makan. Suasananya cukup sederhana namun begitu hangat untuk kita. Di temani live musik dari sebuah band yang membawakan lagu-lagu dari Simpleplan. Salah satu Band favoritku. Aku memang sering makan di cafe ini. Karena suasananya yang membuat aku nyaman setiap berada di sini.

Setelah melihat-lihat menu akhirnya Tya memutuskan untuk memesan Nasi goreng sea food. Aku hanya memilih untuk menikmati satu cangkir cappucino saja. Karena memang perutku tidak terasa lapar.

“ Bay kenapa gak makan?” tanya Tya dengan mulut penuh oleh makanan. Aku hanya tertawa melihat tingkah gadis yang baru aku kenal tadi pagi.
“ gue gak lapar. Loe udah gak makan berapa hari. Kayanya laper banget.” Tanyaku.
“ dari tadi pagi gue belom makan.” Jawabnya sambil meraih gelas minumannya.

Ku pandangi Gadis itu. Padahal aku sulit untuk akrab dengan orang baru di kenal. Namun kali ini berbeda. Tya memberikan kesan pertama yang sangat baik.
Setelah menghabiskan makanannya. Kita memutuskan untuk langsung pulang. Aku harus mengantarkan Tya sampai kerumahnya.

Sepanjang perjalanan Tya terlihat sangat lelah. Ia tertidur di bangku penumpang di sampingku. Terulas garis lelah di wajahnya. Namun ia masih terlihat manis. Dengan makeup tidak terlalu tebal. Tidak seperti wanita-wanita seumurannya zaman sekarang yang jika berdandan sangat tebal dengan bedak. Dan lipstik yang tebal  juga.

Akhirnya aku sampai di depan rumahnya yang lumayan jauh dari kampus kita. Rumahnya terlihat lumayan besar dan mewah. Namun terlihat sepi. Tak tega aku membangunkan gadis itu. Namun aku harus membangunkannya.
“ Tya..? Tya bangun kita udah sampai.” Uajrku. Dan Tya pun mulai membuka matanya. Matanya terlihat menyipit karena terkena sinar dari lampu rumahnya.
“ hoam... udah nyampe ya?” tanyanya.
“ iya udah nyampe. Ini rumah loe kan? Nomer 8? Ayo loe kumpulin dulu tenaganya.” Pinta ku.
“ mmmm... ngantuk banget gue. Ayo loe masuk dulu yuk?” ajak Tya dan langsung membuka pintu mobil.
  enggak deh next time. Udah malem banget. Loe istirahat aja ya?” tolakku. Karena melihat keadaan Tya yang terlihat lelah sekali.
“ ya udah deh. Oia ini nomer handphone gue. Loe hubungin gue ya?” ujarnya dan memberikan secarik kartu nama. Dan Tya pun langsung bergegas masuk kedalam rumahnya. Ternyata benar itu rumahnya.
Di dalam mobil aku termenung dengan kejadian hari ini.  Ku pandangi kartu nama yang berikan Tya tadi.
“ Leandra Aristya Wanda. Nama yang cantik” Gumamku dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon kritik dan sarannya untuk kemajuan ya...