Suara deru ombak di pantai terdengar jelas dari jendela kamar. Matahari mulai menyapa dan membangunkan ku dari mimpi. Suasana ini memang selalu ku rindukan. Rasanya ingin selalu tinggal di rumah ini. Rumah yang dari kecil sangat aku senangi. Rumah kayu di pinggir pantai. Namun sayang aku harus kembali ke Bandung,kota di mana aku harus belajar.
Aku adalah seorang lelaki yang memiliki kehidupan yang bisa di bilang aneh. Aneh untuk orang,namun inilah kehidupanku. Kehidupan yang selalu penuh misteri. Aku adalah anak pertama sekaligus anak terakhir dari orang tua aku. Ya aku memang tak begitu tampan,namun untuk seukuran Doni adaband aku dapat lah.hehhe...
Aku seorang mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan di Bandung. Aku mengambil jurusan sastra Jerman. Jurusan yang sebenarnya aku benci dulu,namun kini aku sangat mengaguminya. Tak begitu buruk untuk seorang Bayu Ardianto kuliah di jurusan sastra Indonesia. Disini aku dapat berfikir lebih untuk dapat menghasilkan sebuah karya. Karya yang memang bukan sembarang karya.
“ Bayu...?”Terdengar suara wanita memanggilku yang sedang sibuk dengan handycam. “ganggu banget nih orang.” Gumamku dalam hati.
“ Iya apa. Itu nama gue!” jawab aku ketus. Aku paling tidak suka di ganggu jika sedang sibuk dengan teman-temanku.
“ Sorry saya ganggu. Saya Cuma mau nanya soal hasil-hasil foto yang kamu muat di MADING "Tutur wanita itu. Dan sampai saat itu aku tak menoleh sedikitpun ke arahnya.
“ iya mau tanya apa?” tanya aku dengan nada tak enak. Aku yang sedang asyik duduk di rumput taman kampus,enggan dengan kedatangan wanita yang tak ku kenal itu.
“ lokasi yang kamu ambil untuk pemotretan itu dimana?” tanya wanita itu. Sungguh besar rasa ingin tahu wanita itu.
“ oh itu. Gue ambil gambar di villa gue du Yogyakarta. Emang kenapa?” ujar ku sambil membalikan badan untuk melihat orang yang sedang aku ajak bicara sejak tadi. Ketika aku membalikan badan,terlihat seorang wanita dengan celana jeans,dan kaus bertuliskan Bilabong berwarna coklat itu,dengan rambut terurai,dan tas tangan bertuliskan rusty yang ia kenakan. Sungguh terlihat sangat manis.
“ aku Cuma mau tanya aja. Soalnya aku tertarik banget sama tempat-tempat kaya gitu.” Jawab wanita yang belum aku tahu namanya.
“ ya itu d Yogya villa ortu gue. Loe anak sini juga? Gue belom pernah liat loe di kampus ini.” Tuturku yang sudah agak melunak di banding tadi.
“ oh iya aku Aristya. panggil aja Tya ya aku emang baru disini aku mahasiswi pindahan. Salam kenal.” Tutur wanita itu dengan senyum manis menghiasi wajahnya. Sungguh sangat terlihat anggun dan elegan wanita itu.
“ gue Bayu anak Sastra Indonesia. Emang loe pindahan dari mana?” tanya aku mulai penasaran dengan wanita satu ini.
“ aku pindahan dari Bali. Iya aku tau nama kamu dari teman satu kelas kamu.” Jawab Tya nama wanita itu.
“ Ngapain pindah ke sini? .” Tanya aku. Memang gak penting sih pertanyaannya. Aku hanya ingin lebih lama menatap wajah gadis itu.
“ ibu saya Bali. Ayah saya asli kanada.” Jawab gadis itu. Dan memang wajahnya seperti wajah-wajah keturunan.
“ lah terus lu ngapain. pindah?” Tanya aku yang semakin penasaran dan mungkin mulai tertarik.
“ I went with my parents. “ jawab gadis itu singkat.
“ oh.. “ jawab aku tak kalah singkat.
“ oya.. kayanya kamu suka foto ya?” tanya gadis itu.
“ ya gitu lah. .. oya sorry gue ada kelas sekarang. Gue tinggal dulu ya.?” Tutur aku dan langsung meninggalkan
Tya.
Bersambung...
Tya.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
mohon kritik dan sarannya untuk kemajuan ya...